Clearance Sale 12.12!! Disc up to 70% + Additional 10%, Free Shipping All Over Indonesia, use code: 12.12, valid until 15 Des 2019.

Asana Free ShippingFree shipping no min order
Asana Secure PaymentSecured Payment
Asana Phone(+62) 813 8066 6189



Pada kalangan remaja sampai dewasa, batik sudah bukan menjadi hal yang asing terdengar dikalangan tersebut. Hal ini umumnya karena batik sudah menjadi bagian dari pakaian keseharian kita atau yang disebut outfit sehari-hari khususnya bagi para kamu yang bekerja diperkantoran. Akan tetapi, apakah kita sudah memperhatikan generasi yang jauh dibawah kita bahwa mereka sudah mendapatkan pendidikan yang baik tentang batik dan pemahaman seberapa pentingnya bagi negara kita.

Sebenarnya batik sendiri merupakan sarana untuk mendekatkan anak kepada budaya bangsa kerena diketahui batik sudah relatif lebih dekat pada keseharian kita. Terlebih berbusana batik pada anak mulai dari seragam sekolah sampai pada acara formal sekali pun. Memperkenalkan budaya batik pada generasi si kecil mampu menumbuhkan rasa cinta mereka kepada kekayaan budaya Indonesia. Menurut Dr. Seto Mulyadi, psikolog anak sekaligus pecinta Batik Indonesia bahwa hal itu bisa diterapkan mulai dari lingkungan rumah sendiri.

Beliau pernah berkata dalam sebuah acara Talkshow Memperkenalkan Batik Kepada Anak Sejak Usia Dini yang diselenggarakan di Teater Pinisi Edutainment Park, Jakarta Selatan, yaitu "Sekarang anak-anak playgroup saja sudah mengenakan batik. Dibeberapa tempat sudah mulai populer juga."

Maka dari itu supaya anak-anak lebih menghargai batik, tentu saja ini harus dimulai dari orangtua. Jika orangtua suka memakai batik dalam kegiatan sehari-hari, maka sang anak juga akan melakukan hal yang sama. Khususnya anak memang lebih cenderung mengikuti kebiasaan yang akan dilakukan oleh orangtuanya.

Memperkenalkan batik kepada si kecil juga bisa dalam bentuk upaya kegiatan yang disukai anak, seperti contoh menggambar. Tak perlu langsung menggunakan canting dan lilin malam, tetapi hanya cukup sekedar menggunakan crayon dan pensil warna sudah cukup bagi usia balita.

Bila lebih kreatif, mungkin orangtua bisa mengajak anaknya menciptakan sebuah lagu yang bertema batik. Isi lagu berupa ajakan agar anak mau memakai busana batik atau memperkenalkan warna dan motif dari batik. 

Selain dari batik, orang tua juga dapat mengenalkan keragaman budaya Indonesia yang lain, misalnya kain-kain nusantara, tarian, musik, dan adat istiadat. Dengan demikian sang anak akan semakin menghargai warisa budaya bangsa.


Reference:

Kompas.com



Comments: 0

No comments

Leave a Reply

Your email address cannot be published. Required fields are marked*