Clearance Sale 12.12!! Disc up to 70% + Additional 10%, Free Shipping All Over Indonesia, use code: 12.12, valid until 15 Des 2019.

Asana Free ShippingFree shipping no min order
Asana Secure PaymentSecured Payment
Asana Phone(+62) 813 8066 6189



Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang sudah seringkali menjadi topik pembicaraan di mana pun kita berada. Kita sendiri juga patut melestarikan budaya pusaka ini salah satunya adalah dengan bangga mengenakan batik. Motif dari busana batik pun sangat beragam sehingga kamu tidak perlu khawatir memilih setelah ketika datang ke sebuah acara. Tak hanya itu batik sendiri bisa dipakai baik acara formal maupun acara santai hanya tinggal tergantung seberapa ahli kamu dalam memadukannya. Bagi kita-kita para millenials, sebenernya kamu sudah tahu belum 6 fakta menarik berikut tentang batik? Ayo kita simak fakta menarik ini!

1. Penetapan Hari Batik Nasional

Sejak pada tanggal 2 Oktober 2009 tepatnya dibawah Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, UNESCO telah menetapkan batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity). Oleh karena hal inilah akhirnya Hari Batik selalu diperingati di Indonesia setiap pada tanggal 2 Oktober. Keputusan dari UNESCO tersebut telah membuktikan bahwa batik merupakan budaya yang berasal dari Indonesia.

2. Asal Kata Batik

Kata "Batik" merupakan gabungan dari dua kata dalam bahasa Jawa. Kata pertama yang disebut "amba" yang artinya menulis. Sedangkan kata kedua disebut "titik" yang berarti titik. Maka dari itu gabungan dari kedua kata tersebut melahirkan makna sebagai menulis titik-titik indah di atas kain. Oleh sebab itu, motif kain batik sangat menawan saat dilihat.

3. Teknik Pembuatan Batik

Pada zaman dahulu, proses pembuatan batik dilukis menggunakan tangan di atas kain. Proses ini selalu diawali dengan huruf "N", dan proses tersebut memiliki urutan sebagai berikut:

• Nyungging (Membuat pola motif batik di atas kertas)

• Njaplak (Memindahkan pola dari kertas ke kain)

• Nglowong (Melekatkan malam di kain dengan canting sesuai garis pola)

• Ngiseni (Memberi motif isian atau isen-isen pada motif yang sudah dilekatkan dengan malam)

• Nyolet (Mewarnai motif bunga atau burung dengan kuas)

• Mopok (Menutup bagian yang dicolet dengan malam) yang dibarengi dengan tahap Nembok (Menutup bagian dasar kain yang tidak perlu diwarna)

• Ngelir (Melakukan proses pewarnaan kain secara menyeluruh)

• Nglorod (Merupakan proses pembilasan yang dilakukan dua tahap yaitu di pertengahan dan akhir dengan cara merendam kain di air mendidih)

• Ngrentesi (Memberikan titik menggunakan canting berjarum tipis)

• Nyumri (Menutup bagian tertentu dengan malam)

• Nyoja (Mencelupkan kain dengan warna coklat atau sogan)

Berbeda dengan zaman sekarang, cara pembuatan batik adalah tulis, cap, dan printing. Dari sekian cara, batik tulis memiliki harga termahal karena prosesnya yang rumit, secara manual, dan memakan waktu paling lama. Batik proses Cap adalah dengan menggunakan besi yang dipola batik sedangkan printing yaitu dengan menggunakan teknik sablon atau print.

4. Batik Salah Satu Penyumbang Devisa Negara Terbesar

Tahukah kamu batik tak hanya digemari di Indonesia saja lho, tetapi batik juga digemari sampai mancanegara. Terbukti dengan banyaknya tokoh-tokoh luar negeri yang ikut mengenakan batik seperti contoh Nelson Mandela, Kate Middleton, bahkan Heidi Klum. Ada pula para perancang busana kelas dunia seperti Diane von Furstenberg, Burberry Prorsum, Nicole Miller, dan Dries can Noten yang juga pernah memanfaatkan batik sebagai bagian dari rancangan mereka. Ternyata Amerika Serikat adalah negara terbanyak sebagai pengimpor batik dari Indonesia loh. Setelah itu disusul oleh Jerman, Jepang, dan Korea Selatan yang ikut serta mengimport batik. Pada akhirnya ternyata Batik menjadi salah satu penyumbang devisa negara dengan nominal yang besar. Total nilai ekspor kain batik keluar negeri senilai Rp. 2,1 Triliun pada tahun 2015.

5. Batik menjadi Sumber Mata Pencaharian

Keterampilan dalam membatik bersifat turun-temurun. Wanita-wanita Jawa pada zaman dahulu menggunakan batik sebagai sumber mata pencaharian. Pakaian batik sendiri pun juga tidak dikenakan secara sembarangan oleh berbagai kalangan. Hanya beberapa kalangan tertentu yang boleh mengenakan batik. Khususnya batik sendiri memiliki sifat seperti hanya motif tertentu yang boleh dipakai pada orang tertentu dan pada acara tentu saja. Motif, corak, dan warna di setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing. Hal ini dikarenakan setiap daerah pun memiliki ciri keunikan flora dan faunanya masing-masing.

6. Pak Soeharto yang Pertama Kali Mengenalkan Batik ke Dunia Internasional

Presiden kedua Republik Indoneisa, Bapak Soeharto, merupakan tokoh yang pertama kali memperkenalkan batik ke dunia Internasional pada tahun 80-an. Hal ini dilakukan dengan cara menjadikan batik sebagai sebuah cinderamata bagi para tamu kenegaraan. Pada tahun 1994 tepatnya ketika Indonesia menjadi tuan rumah KTT APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) di Bogor, terdapat 17 kepala negara dan kepala pemerintahan dari masing-masing negara APEC mengenakan batik tulis yang khusus dibuat dengan corak yang melambangkan simbol masing-masing negara ditambah dengan sentuhan Jawa. Tak hanya itu, Pak Soeharto sendiri juga pernah mengenakan batik saat menghadiri konferensi PBB. Pada akhirnya atas hal tersebut, batik semakin dikenal di seluruh dunia karena diliput oleh berbagai media asing.



Reference:

idntimes.com

museum.sementara.com

dahsyat.net

theguardian.com

globalindonesianvoices.com




Comments: 0

No comments

Leave a Reply

Your email address cannot be published. Required fields are marked*