Get additional 15% all items Up to 70%+15%, Use code: MM15, Promo ends 15 June 2018

Asana Free ShippingFree shipping no min order
Asana Secure PaymentSecured Payment
Asana Phone(+62) 813 8066 6189



Batik sudah menjadi ikon budaya Indonesia yang paling populer. Terlintas dari popularitasnya, akan tetapi tidak semua para pecinta batik akrab dengan proses pembuatan batik yang sangat rumit ini.

Nilai sebuah batik sebenarnya dapat diidentifikasikan dari cara pembuatannya yang terdiri batik tulis, batik cap, ataupun batik print. Dari ketiga jenis batik tersebut, tentunya batik tulis adalah batik yang paling berharga, karena dari prosesnya yang membutuhkan waktu sangat lama untuk menghasilkan batik secara "hand-made" dan sangatlah membutugkan ketekunan serta kesabaran dari para perajinnya.

Bagi kalian yang tertarik untuk membeli batik tulis, kalian dapat memperhatikan 3 aspek berikut untuk menentukan kain batik terbaik.

1. Skema Warna

Cara tradisional dalam membuat batik adalah dengan menggunakan "malam" (sebuah lilin cair panas untuk batik), yang pertama kali dikenalkan oleh pedagang dari Gujarati yang datang di Pulau Jawa pada abad ke-6.

Baik batik tulis ataupun batik cap, keduanya dibuat menggunakan pewarna alami yang terbuat dari daun dan bunga. Pewarna ini mampu menghasilkan berbagai warna tanah dan umumnya memiliki warna coklat tua sogan yang menyerupai warna tanah. Terkadang batik juga dikatakan "batik sogan" atas karena hal tersebut.

Sementara itu, batik cap menggunakan pewarna kimia yang mampu menghasilkan warna lebih cerah, lebih berwarna, dan lebih memiliki variasi warna yang lebih banyak.

2. Membalik Sisi Batik

Salah satu cara melakukan pengecheckan batik tulis "hand-made" adalah dengan cara membalikan batik lalu memperhatikan sisi tersebut dengan seksama. Dalam batik print, bagian "terbalik" batik memiliki warna yang terlihat jelas dan pudar, karena hanya ada satu sisi kain yang dicetak menggunakan printer tekstil.

Di sisi lain, batik tulis dibuat dengan cara mengoleskan lilin malam pada bagian depan dan bagian belakang kain, dan memiliki warna cerah secara konsisten di kedua sisi setelah kain batik tersebut di rendam kedalam tong pewarna.

3. Tampilan yang 'Organik'

Setiap goretan pada batik tulis digambar dengan tangan menggunakan alat bernama canting. Sebuah alat khusus terbuat dari tembaga untuk menulis pada batik, yang mampu menghasilkan tampilan lebih 'organik' pada motif kain.

Selain itu, karena digambar secara "hand-made", sebuah bati tulis mampu memiliki noda untik atau anomali lainnya. Meskipun ini dapat membuat batik tulis tampak terlihat tidak rapi bila dibandingkan dengan batik print, namun kekacauan indah inilah yang membuat batik tulis tersebut menjadi lebih berharga.


Source: thejakartapost.com



Comments: 0

No comments

Leave a Reply

Your email address cannot be published. Required fields are marked*